Editorial Policies

Focus and Scope

JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat, meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, ekonomi, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, dan lainnya

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Seluruh artikel akan direview pertama kali oleh editor. Evaluasi ini meliputi fokus dan cakupan jurnal, tingkat similarity, dan template jurnal. Apabila tidak memenuhi ketentuan, artikel akan segera dikembalikan ke penulis. Program yang digunakan untuk cek similarity adalah Plagiarism Detector dengan maksimal tingkat similarity tidak lebih dari 20%, melebihi batas maksimum maka naskah akan dikembalikan ke pada penulis.

Setelah melewati proses review awal, artikel akan dikirim ke minimal 2 orang reviewer menggunakan kebijakan Double blind review. Seluruh komentar dari reviewer akan dikirimkan ke corresponding email yang tercatat pada setiap artikel. Editor akan memberikan informasi ke penulis terkait hasil akhir penilaian paling lambat 60 hari setelah paper disubmit.

Keputusan akhir editor terkait artikel diputuskan berdasarkan hasil evaluasi akhir dari rapat tim editor jurnal. Selanjutnya, editor akan mengirimkan hasil akhir penilaian kepada penulis. Pengelola jurnal merekomendasikan penulis untuk menggunakan software referensi seperti Mendeley. Jurnal ini hanya menerima paper yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

 

Publication Frequency

Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun (Februari, Mei, Agustus dan November)

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. More...

 

Publication Ethics and Publication Malpractice Statement

ETIKA PUBLIKASI

JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) adalah jurnal nasional bermitra bestari yang diterbitkan 4 kali setahun ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan artikel dalam JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), termasuk penulis, dewan penyunting, mitra bestari, dan penerbit. Pernyataan ini didasarkan pada COPE’s Best Practice Guidelines for Journal Editors.

Pedoman Etik Penerbitan

Penerbitan artikel dalam JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) merupakan sebuah blok bangunan penting dalam perkembangan suatu jejaring pengetahuan yang koheren dan dihormati. Hal ini merupakan cerminan langsung dari kualitas kerja para penulis dan lembaga-lembaga yang mendukung mereka. Artikel-artikel yang direview mendukung dan mengandung metode ilmiah. Karena itu, penting untuk menyetujui standar-standar perilaku etis yang diharapkan untuk seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan, yaitu: penulis, penyunting jurnal, mitra bestari, penerbit, dan masyarakat.

ICSE (Institute of Computer Science and Engineering) sebagai penerbit JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) bertanggungjawab mengawal seluruh tahap penerbitan secara sungguh-sungguh dan mengakui tanggungjawab etik dan tanggungjawab lainnya. Lembaga selain berkomitmen untuk memastikan bahwa iklan cetak ulang dan pendapatan komersial lainnya tidak memiliki dampak atau pengaruh terhadap keputusan editorial, juga berkomitmen untuk membantu komunikasi dengan pengelola jurnal dan/atau penerbit yang lain jika dipandang berguna dan diperlukan.

Keputusan Penerbitan

Penyunting JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) bertanggungjawab memutuskan mana dari artikel-artikel yang diserahkan harus diterbitkan. Validasi karya tersebut dan arti pentingnya bagi peneliti dan pembaca harus selalu mendorong keputusan tersebut. Para penyunting dapat dipandu oleh kebijakan dewan penyunting jurnal dan dibatasi oleh ketentuan hukum sebagaimana yang harus ditegakkan menyangkut pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan penjiplakan (plagiarism). Penyunting dapat berunding dengan penyunting yang lain atau tim penilai dalam membuat keputusan ini.

Perlakuan yang Adil

Penyunting selalu menilai naskah berdasarkan kandungan intelektualnya tanpa membedakan ras, gender, orientasi seksual, keyakinan agama, asal usul etnik, kewarganegaraan atau filsafat politik para penulis.

Kerahasiaan

Para penyunting dan staf penyunting tidak boleh mengungkapkan informasi apapun mengenai naskah yang diserahkan kepada orang lain selain penulis, penyunting ahli, mitra bestari, dan penerbit.

Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan

Bahan-bahan yang tidak diterbitkan yang diungkap dalam naskah yang diserahkan tidak boleh digunakan dalam riset penyunting sendiri tanpa persetujuan tertulis yang jelas dari penulis.

Kewajiban Tim Penilai

Kontribusi kepada Keputusan Editorial

Penilaian mitra bestari membantu penyunting dalam membuat keputusan editorial dan melalui komunikasi editorial dengan penulis bisa juga membantu penulis menyempurnakan tulisannya.

Kecepatan

Setiap penilai yang dipilih yang merasa tidak memenuhi kualifikasi untuk menilai penelitian yang dilaporkan dalam suatu naskah atau mengetahui bahwa ulasan cepatnya akan tidak mungkin harus memberitahu kepada penyunting dan membebaskan dirinya dari proses penilaian.

Kerahasisaan

Setiap naskah yang diterima untuk dinilai harus diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Dokumen itu tidak boleh ditunjukkan atau dibahas dengan orang lain kecuali diberi wewenang oleh penyunting.

Standar Objektifitas

Penilaian harus dilakukan secara objektif. Kritik bersifat pribadi terhadap penulis tidak dibenarkan. Penilai harus menyatakan pandangan mereka secara jelas dengan argumen yang mendukung.

Pengakuan Sumber

Penilai harus mengidentifikasi karya yang diterbitkan yang relevan yang tidak dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan bahwa suatu observasi, derivasi, atau argumen telah dilaporkan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Seorang penilai juga harus meminta penyunting untuk memperhatikan kemiripan atau tumpang tindih antara naskah yang dinilai dan tulisan lainnya yang telah diterbitkan.

Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan

Informasi atau pendapat rahasia yang diperoleh melalui penilaian mitra bestari harus disimpan rahasia dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Para penilai tidak boleh menimbang naskah di mana mereka memiliki konflik kepentingan yang berasal dari hubungan atau koneksi yang bersifat persaingan, kerja sama, atau lainnya dengan penulis manapun, perusahaan, atau lembaga yang terkait dengan tulisan.

Kewajiban Penulis

Standar Pelaporan

Penulis harus menyajikan laporan yang akurat dari karya yang dibuat dan pembahasan yang objektif tentang signifikansinya. Data pokok harus direpresentasikan secara akurat dalam tulisan. Sebuah tulisan harus mencakup detail dan referensi yang cukup untuk memungkinkan orang lain mengulangi karya itu. Pernyataan-pernyataan curang atau yang dengan sengaja tidak akurat merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.

Keaslian dan Penjiplakan

Para penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya-karya yang seluruhnya asli, dan bahwa mereka telah mengutip dengan benar jika menggunakan karya dan/atau kata-kata orang lain.

Penerbitan Ganda, Pengulangan atau Berbarengan

Seorang penulis secara umum tidak boleh menerbitkan naskah yang secara esensial menjelaskan penelitian yang sama dalam lebih dari satu jurnal atau penerbitan utama. Menyerahkan naskah yang sama kepada lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan perilaku tidak etis dan tidak dapat diterima.

Pengakuan Sumber

Pengakuan wajar terhadap karya orang lain harus selalu diberikan. Para penulis harus mengutip publikasi yang berpengaruh dalam menentukan sifat dari karya yang dilaporkan.

Kepengarangan Tulisan

Kepengarangan harus dibatasi kepada mereka yang memberikan sumbangan penting kepada konsepsi, desain, eksekusi atau penafsiran kajian yang dilaporkan. Seluruh orang yang memberikan sumbangan penting harus dicantumkan sebagai penulis bersama (co-authors). Jika terdapat orang lain yang ikut serta dalam aspek-aspek penting tertentu dari projek penelitian, mereka harus diakui atau dicantumkan sebagai penyumbang (contributors). Penulis yang tepat harus memastikan bahwa seluruh penulis bersama yang tepat dimasukkan dalam tulisan, dan bahwa seluruh penulis bersama telah melihat dan menyetujui versi akhir dari tulisan dan telah menyepakati penyerahannya untuk penerbitan.

Pemberitahuan dan Konflik Kepentingan

Seluruh penulis harus memberitahukan dalam naskah mereka setiap konflik keuangan atau konflik substantif lainnya yang mungkin diduga mempengaruhi hasil atau penafsiran naskah mereka. Seluruh dukungan keuangan untuk projek harus diberitahukan.

Kesalahan mendasar dalam karya-karya yang diterbitkan

Jika seorang penulis menemukan kesalahan atau ketidakakuratan yang berarti dalam karya publikasinya, menjadi kewajiban penulis untuk segera memberitahu editor atau penerbit jurnal dan bekerja sama dengan penyunting untuk menarik kembali atau membetulkan tulisan.

 

Policy of Screening for Plagiarism

Papers submitted to JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) will be screened for plagiarism using Plagiarism Detector, plagiarism detection tools. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) will immediately reject papers leading to plagiarism or self-plagiarism.

Before submitting articles to reviewers, those are first checked for similarity/plagiarism tool, by a member of the editorial team. The papers submitted to JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) must have similarity level less than 20%.

Plagiarism is the exposing of another person’s thoughts or words as though they were your own, without permission, credit, or acknowledgment, or because of failing to cite the sources properly. Plagiarism can take diverse forms, from literal copying to paraphrasing the work of another. In order to properly judge whether an author has plagiarized, we emphasize the following possible situations:

  • An author can literally copy another author’s work- by copying word by word, in whole or in part, without permission, acknowledge or citing the original source. This practice can be identified through comparing the original source and the manuscript/work who is suspected of plagiarism.
  • Substantial copying implies for an author to reproduce a substantial part of another author, without permission, acknowledge or citation. The substantial term can be understood both in terms of quality as quantity, being often used in the context of Intellectual property. Quality refers to the relative value of the copied text in proportion to the work as a whole.
  • Paraphrasing involves taking ideas, words or phrases from a source and crafting them into new sentences within the writing. This practice becomes unethical when the author does not properly cite or does not acknowledge the original work/author. This form of plagiarism is the more difficult form to be identified.